Tugas Pendahuluan


TUGAS PENDAHULUAN
MODUL I : POTENSIOMETER, TAHANAN GESER, DAN JEMBATAN WHEATSTONE
SOAL NO 1. Jelaskan apa itu jembatan wheatstone dan fungsinya!
Pengertian Jembatan Wheatstone
Jembatan Wheatstone adalah rangkaian listrik yang digunakan untuk mengukur nilai hambatan (resistansi) suatu komponen dengan sangat akurat. Rangkaian ini terdiri dari empat resistor yang dihubungkan dalam bentuk segiempat, dengan satu galvanometer di tengahnya untuk mendeteksi keseimbangan tegangan.
Rangkaian ini ditemukan oleh Samuel Hunter Christie pada tahun 1833 dan disempurnakan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1843, sehingga lebih dikenal sebagai Jembatan Wheatstone.

Fungsi Jembatan Wheatstone
1. Mengukur nilai hambatan listrik dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
2. Menentukan resistansi komponen yang tidak diketahui dengan membandingkannya dengan resistor yang sudah diketahui nilainya.
3. Digunakan dalam sensor dan transduser, seperti strain gauge (pengukur regangan) dalam teknik sipil dan industri.
4. Memeriksa kesalahan dalam nilai resistor yang digunakan dalam suatu rangkaian elektronik.
Jembatan Wheatstone banyak digunakan dalam laboratorium, industri, dan penelitian elektronik untuk mendapatkan pengukuran resistansi yang sangat akurat.

SOAL NO 2. Jelaskan pengertian potensiometer dan tahanan geser!
Potensiometer adalah sebuah resistor variabel yang digunakan untuk mengatur tegangan dalam suatu rangkaian listrik. Potensiometer memiliki tiga terminal, di mana dua terminal terhubung ke ujung resistor, dan satu terminal tengah (wiper) yang bergerak sepanjang elemen resistif untuk menyesuaikan nilai resistansi.
Tahanan Geser (Rheostat) adalah resistor variabel yang digunakan untuk mengatur arus dalam suatu rangkaian. Berbeda dengan potensiometer, rheostat biasanya hanya memiliki dua terminal: satu ujung tetap dan satu wiper yang bergerak untuk mengubah resistansi.

SOAL NO 3. Jelaskan persamaan dan perbedaan potensiometer dan tahanan geser!
Persamaan :
1. Keduanya adalah resistor variabel yang digunakan untuk mengatur besar resistansi dalam suatu rangkaian listrik.
2. Sama-sama memiliki elemen resistif dan wiper yang bergerak untuk mengubah nilai hambatan.
3. Keduanya dapat digunakan untuk mengontrol arus listrik dan tegangan dalam suatu rangkaian.

perbedaan :
1. Potensiometer
  • Fungsi: Digunakan untuk membagi tegangan (voltage divider).
  • Jumlah Terminal: Memiliki tiga terminal—dua untuk ujung resistansi tetap, satu untuk wiper (penyapu) yang bergerak di antara kedua ujung.
  • Pengaturan: Biasanya diatur secara manual menggunakan knop atau putaran.
  • Penggunaan: Dipakai dalam pengaturan volume audio, sensor posisi, dan aplikasi lain yang membutuhkan pembagian tegangan.
  • Contoh: Potensiometer putar dan potensiometer geser.

2. Tahanan Geser (Trimpot/Rheostat)

  • Fungsi: Digunakan untuk mengatur arus listrik dengan mengubah resistansi dalam suatu rangkaian.
  • Jumlah Terminal: Umumnya memiliki dua terminal—satu terhubung ke ujung resistansi tetap, satu lagi ke wiper.
  • Pengaturan: Biasanya menggunakan obeng kecil atau alat khusus, lebih sering digunakan untuk penyetelan awal atau kalibrasi.
  • Penggunaan: Digunakan dalam peralatan elektronik untuk penyesuaian parameter secara jarang (kalibrasi sirkuit, pengaturan sensitivitas sensor).
  • Contoh: Trimpot dalam rangkaian elektronik dan rheostat dalam kontrol daya motor.
SOAL NO. 4 jelaskan prinsip kerja potensiometer dan tahanan geser!

Potensiometer bekerja sebagai pembagi tegangan. Ketika wiper bergerak di sepanjang elemen resistif, perbandingan resistansi antara dua bagian berubah, sehingga tegangan keluaran (V_out) dapat diatur berdasarkan persamaan:

Vout = Vin x R2/(R1+R2)

Tahanan Geser (Rheostat) bekerja dengan mengubah hambatan dalam suatu rangkaian, yang pada akhirnya mempengaruhi arus listrik sesuai Hukum Ohm:
I = V/R

SOAL NO.5 jelaskan Pengaruh Tahanan Geser terhadap Arus dan Tegangan berdasarkan Hukum yang Mendasari

Pengaruh tahanan geser terhadap arus dan tegangan dijelaskan oleh Hukum Ohm:
V = I \times R
Jika tahanan geser menurun, maka resistansi berkurang, sehingga arus dalam rangkaian meningkat.
Dalam kasus rangkaian seri, perubahan tahanan geser juga akan mempengaruhi tegangan pada setiap elemen rangkaian.
Secara umum:
Pada rangkaian arus tetap: Perubahan tahanan geser menyebabkan perubahan tegangan.
Pada rangkaian tegangan tetap: Perubahan tahanan geser menyebabkan perubahan arus.


download tugas pendahuluan klik disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini