Astable Multivibrator D kecil dari 50%
- Mengetahui prinsip dasar rangkaian osilator.
- Mempelajari cara merancang rangkaian astable multivibrator D < 50%.
- Mengetahui cara mengaplikasikan rangkaian astable multivibrator D < 50% dalam berbagai aplikasi.
Osiloskop adalah alat ukur yang berfungsi untuk memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari
B. Bahan
Karakteristik IC OpAmp
• Penguatan Tegangan Open-loop atau Av = ∞ (tak terhingga)
• Tegangan Offset Keluaran (Output Offset Voltage) atau Voo = 0 (nol)
• Impedansi Masukan (Input Impedance) atau Zin= ∞ (tak terhingga)
• Impedansi Output (Output Impedance ) atau Zout = 0 (nol)
• Lebar Pita (Bandwidth) atau BW = ∞ (tak terhingga)
• Karakteristik tidak berubah dengan suhu
2) ResistorResistor merupakan komponen elektronika yang berguna untuk menghambat aliran arus listrik sehingga tidak terjadi short circuit. mempunyai resistansi yang berbeda beda sesuai kebutuhan.

Resistor
3) KapasitorKapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor mempunyai satuan Farad dari Michael Faraday.
4) GroundGround adalah titik kembalinya arus searah atau titik kembalinya sinyal bolak balik atau titik patokan dari berbagai titik tegangan dan sinyal listrik dalam rangkaian elektronika. Ground pada peralatan kelistrikan dan elektronika berfungsi memberikan perlindungan ke seluruh sistem serta menetralisir cacat yang disebabkan daya yang kurang baik atau kualitas komponen yang tidak standar.
| Resistor |
Rangkaian astable multivibrator D < 50% adalah jenis
astable multivibrator yang menggunakan duty cycle (rasio siklus) lebih kecil
dari 50%. Duty cycle adalah perbandingan antara waktu HIGH dan waktu LOW dalam
satu siklus osilasi. Dalam rangkaian astable multivibrator D < 50%, waktu
LOW lebih lama dari waktu HIGH, sehingga duty cycle lebih kecil dari 50%.
Rangkaian astable multivibrator D < 50% umumnya
menggunakan op amp comparator sebagai komponen utama yang digunakan untuk
membandingkan tegangan input dan menghasilkan output digital. Rangkaian ini
juga menggunakan resistor dan kapasitor sebagai elemen pembentuk waktu dalam
rangkaian osilator.
Rangkaian astable multivibrator D < 50% dapat digunakan
dalam beberapa aplikasi elektronik seperti:
1. Sistem kontrol motor, di mana
sinyal output dapat digunakan untuk mengontrol laju putaran motor. Hal ini
dapat dilakukan dengan memanfaatkan duty cycle yang rendah untuk menghasilkan
sinyal PWM (Pulse Width Modulation) yang dapat digunakan untuk mengontrol
kecepatan motor.
2. Pemrosesan sinyal, seperti dalam rangkaian
pembangkit pulsa, pembangkit frekuensi atau pembangkit sinyal modulasi. Dalam
aplikasi ini, sinyal output yang dihasilkan oleh astable multivibrator
digunakan sebagai input untuk rangkaian lainnya yang memerlukan sinyal
periodik.
3. Pengatur waktu atau timer dalam aplikasi
seperti jam digital, alarm, atau rangkaian penghitung waktu. Dalam aplikasi
ini, waktu periode sinyal output yang dihasilkan dapat diatur dengan nilai
resistor dan kapasitor yang tepat.
4. Komunikasi nirkabel, di mana sinyal output dapat
digunakan untuk menghasilkan sinyal modulasi untuk pengiriman data melalui
gelombang elektromagnetik.
5. Rangkaian trigger: Rangkaian astable
multivibrator D < 50% dapat digunakan sebagai rangkaian trigger untuk
mengaktifkan rangkaian lainnya, seperti rangkaian flip-flop atau rangkaian
counter. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan sinyal output yang
dihasilkan sebagai input untuk rangkaian trigger yang lainnya.
Namun, perlu diingat bahwa dalam aplikasi praktis, rangkaian
astable multivibrator D < 50% lebih jarang digunakan daripada rangkaian
astable multivibrator dengan duty cycle yang lebih tinggi.
Op-amp dalam konfigurasi loop terbuka dan karenanya
outputnya dalam saturasi. Tingkat saturasi pada output mungkin positif atau
negatif tergantung pada sinyal input. Di sini op-amp bertindak sebagai
komparator dan membandingkan sinyal input dengan tegangan referensi.
Jika perbedaan antara kedua sinyal positif, op-amp masuk ke
saturasi positif yaitu Vo = +Vsat .
Jika perbedaan antara kedua sinyal negatif, op-amp masuk ke
saturasi negatif yaitu Vo = -Vsat.
Operasi sederhana di atas dapat diringkas dalam kondisi
matematika sebagai berikut.
1. Jika Vin>Vref, Vo = +Vsat
2. Jika Vin<Vref, Vo = -Vsat
Inverting amplifier
Rumus:
Non-inverting
Rumus:
Bentuk gelombang input dan output ditunjukkan di bawah ini,
Karakteristik transfer ditunjukkan di bawah ini,
Step 1 : Buka Aplikasi Proteus
Step 2 : Susun dan siapkan komponen
Step 3 : Rangkai komponen
Step 4 : Mulai simulasi pada proteus
Step 5 : Amati rangkaian yang dibuat
Prinsip Kerja:
- Download File rangkaian klik disini
- Download Datasheet Op Amp 741 klik disini
- Download Tambahan Datasheet op amp klik disini
- Download Datasheet Resistor klik disini
- Download Datasheet Dioda klik disini
- Download Video klik disini
.jpg)


.png)
Komentar
Posting Komentar