Laporan akhir modul 2
JURNAL PRAKTIKUM TRANSISTOR
Nama : Gading Riski Alhabib
No BP : 2410952033
Kelompok : 7
Tanggal Praktikum : 21 Oktober 2025
Asisten Praktikum :1. Rahmanda Husein
2. Faren Muhamad Abdad
1. Fixed Bias
Tabel 4.1 Percobaan fixed
bias
|
Parameter |
Nilai Pengukuran |
|
Vrb |
11,67 V |
|
Vrc |
12,38 V |
|
Vb |
0,736 V |
|
Vc |
1,365 V |
|
Vbe |
0,654 V |
|
Vce |
12,42 V |
|
Ib |
1 mA |
|
Ic |
1 mA |
|
Gelombang Input |
Gelombang Output |
|
V = 0,1 V f = 1 kHz
|
2.
Emitter Stabillized Bias
Tabel 4.2 Percobaan emitter stabillized bias
|
Parameter |
Nilai Pengukuran |
|
Vrb |
5,89 V |
|
Vrc |
5,37 V |
|
Vre |
5,66 V |
|
Vb |
6,4 V |
|
Vc |
6,54 V |
|
Ve |
5,75 V |
|
Vbe |
0,705 V |
|
Vce |
0,74 V |
|
Ib |
1,32 mA |
|
Ic |
0,45 mA |
3.
Self Bias
Tabel 4.3 Percobaan self bias
Parameter | Nilai Pengukuran |
Vrb | 5,89 V |
Vrc | 5,37 V |
Vre | 5,66 V |
Vb | 6,4 V |
Vc | 6,54 V |
Ve | 5,75 V |
Vbe | 0,705 V |
Vce | 0,74 V |
Ib | 1,32 mA |
Ic | 0,45 mA |
Gelombang Input | Gelombang Output |
V = 0,1 V f = 1 kHz |
4.
Voltage Divider Bias
Tabel 4.4 Percobaan
voltage divider bias
|
Parameter |
Nilai Pengukuran |
|
VR1 & VR2 |
VR1 :10,19 V ; VR2: 2,173 V |
|
Vrc |
10,84 V |
|
Vre |
1,480 V |
|
Vb |
2,1 V |
|
Vc |
1,561 V |
|
Ve |
1,546 V |
|
Vbe |
0,67 V |
|
Vce |
15,1 mV |
|
Ib |
0,124 mA |
|
Ic |
0,87 mA |
5.
Power IC dengan Regulator
|
Ic |
Vin |
Kapasitor |
Resistor |
Vout |
|
7805 |
7 V |
CA: 0,1 μf ; CB: 1μf |
33 Ω
|
6,24 V |
|
7809 |
11 V |
CA: 0,1 μf ; CB: 1μf |
33 Ω |
11,2 V |
|
7812 |
12 V |
CA: 0,1 μf ; CB: 1μf |
33 Ω |
12,07 V |
4.1 Fixed Bias
Pada rangkaian fixed bias, transistor diberi arus basis
melalui sebuah resistor yang dihubungkan langsung ke sumber tegangan DC (Vcc).
Tegangan basis diperoleh dari pembagian sederhana antara Vcc dan nilai resistor
basis (RB), sehingga arus basis yang mengalir ditentukan oleh rumus
. Arus kolektor (IC)
bergantung pada penguatan arus transistor (β) dengan hubungan
. Rangkaian ini mudah
dirancang karena hanya menggunakan sedikit komponen, namun memiliki kelemahan
utama yaitu ketidakstabilan titik kerja (Q-point). Perubahan suhu atau variasi
nilai β transistor dapat menyebabkan arus kolektor berubah signifikan, yang
dapat menggeser transistor keluar dari daerah aktif dan menyebabkan distorsi
pada sinyal.
4.2 Emitter Stabillized Bias
Rangkaian emitter stabilized bias menambahkan resistor pada
bagian emitor (RE) untuk meningkatkan kestabilan kerja transistor. Kehadiran
resistor emitor memberikan efek umpan balik negatif secara otomatis. Ketika
arus kolektor meningkat akibat kenaikan suhu, maka tegangan pada emitor (VE)
ikut naik. Kenaikan VE ini mengurangi tegangan basis-emitor (VBE), sehingga
arus basis (IB) menurun dan arus kolektor (IC) kembali turun ke kondisi semula.
Dengan demikian, rangkaian ini mampu menstabilkan titik kerja transistor secara
alami terhadap perubahan suhu dan variasi β. Emitter stabilized bias banyak
digunakan dalam amplifier kelas A karena mampu mempertahankan operasi
transistor di daerah aktif dengan distorsi yang rendah.
Rangkaian emitter stabilized bias menambahkan resistor pada
bagian emitor (RE) untuk meningkatkan kestabilan kerja transistor. Kehadiran
resistor emitor memberikan efek umpan balik negatif secara otomatis. Ketika
arus kolektor meningkat akibat kenaikan suhu, maka tegangan pada emitor (VE)
ikut naik. Kenaikan VE ini mengurangi tegangan basis-emitor (VBE), sehingga
arus basis (IB) menurun dan arus kolektor (IC) kembali turun ke kondisi semula.
Dengan demikian, rangkaian ini mampu menstabilkan titik kerja transistor secara
alami terhadap perubahan suhu dan variasi β. Emitter stabilized bias banyak
digunakan dalam amplifier kelas A karena mampu mempertahankan operasi
transistor di daerah aktif dengan distorsi yang rendah.
4.3 Self Bias
Rangkaian
self bias, atau dikenal juga sebagai collector feedback bias, memperoleh
tegangan bias basis dari tegangan kolektor melalui sebuah resistor (RB) yang
dihubungkan dari kolektor ke basis. Prinsip kerjanya didasarkan pada efek umpan
balik negatif dari kolektor ke basis. Jika arus kolektor meningkat, maka
tegangan kolektor (VC) akan menurun, akibatnya tegangan basis (VB) juga menurun
sehingga arus basis (IB) berkurang. Penurunan arus basis ini akan mengurangi
arus kolektor kembali ke nilai semula, sehingga titik kerja menjadi lebih
stabil. Rangkaian ini lebih stabil dibanding fixed bias meskipun masih sedikit
terpengaruh oleh variasi β transistor. Kelebihannya adalah stabilitas yang baik
tanpa perlu menambahkan resistor emitor, sehingga desainnya tetap sederhana.
Rangkaian self bias, atau dikenal juga sebagai collector feedback bias, memperoleh tegangan bias basis dari tegangan kolektor melalui sebuah resistor (RB) yang dihubungkan dari kolektor ke basis. Prinsip kerjanya didasarkan pada efek umpan balik negatif dari kolektor ke basis. Jika arus kolektor meningkat, maka tegangan kolektor (VC) akan menurun, akibatnya tegangan basis (VB) juga menurun sehingga arus basis (IB) berkurang. Penurunan arus basis ini akan mengurangi arus kolektor kembali ke nilai semula, sehingga titik kerja menjadi lebih stabil. Rangkaian ini lebih stabil dibanding fixed bias meskipun masih sedikit terpengaruh oleh variasi β transistor. Kelebihannya adalah stabilitas yang baik tanpa perlu menambahkan resistor emitor, sehingga desainnya tetap sederhana.
4.4 Voltage Divider Bias
Rangkaian
voltage divider bias merupakan jenis bias yang paling stabil dan banyak
digunakan dalam aplikasi penguat (amplifier). Rangkaian ini menggunakan dua
resistor (R1 dan R2) yang disusun sebagai pembagi tegangan untuk menentukan
tegangan basis transistor. Tegangan basis yang dihasilkan adalah
.
Selain itu, resistor emitor (RE) juga dipasang untuk memberikan umpan balik
negatif tambahan. Ketika arus kolektor meningkat, tegangan emitor (VE) ikut
naik, yang mengurangi tegangan basis-emitor (VBE) dan menurunkan arus basis,
sehingga arus kolektor kembali ke nilai semula. Kombinasi pembagi tegangan dan
resistor emitor ini membuat rangkaian voltage divider bias sangat stabil
terhadap perubahan suhu maupun variasi parameter transistor.
4.5 Regulator Power Supply
Rangkaian power IC regulator berfungsi untuk menjaga agar
tegangan keluaran tetap konstan meskipun terjadi perubahan pada tegangan input
atau beban. Komponen utama yang digunakan adalah IC seri 78xx (misalnya 7805
untuk 5V, 7809 untuk 9V, dan 7812 untuk 12V). Tegangan input (Vin) harus lebih
tinggi daripada tegangan output nominal agar regulator dapat bekerja dengan
benar. IC ini mengatur aliran arus secara otomatis sehingga output tetap
stabil. Pada umumnya, kapasitor dipasang di sisi input dan output untuk meredam
noise atau ripple dari sumber daya. Terdapat dua jenis regulator daya, yaitu
regulator linear dan regulator switching. Regulator linear memiliki desain
sederhana dan noise rendah namun efisiensinya rendah karena kelebihan daya
dibuang sebagai panas. Sebaliknya, regulator switching memiliki efisiensi
tinggi karena bekerja dengan prinsip pensaklaran frekuensi tinggi, meskipun
desainnya lebih kompleks dan menghasilkan noise lebih besar.
Penjelasan kondisi
Percobaan Rangkaian Fixed Bias
Percobaan Rangkaian Emitter Stabilized Bias
Percobaan Rangkaian Self Bias
Percobaan Rangkaian Voltage divider Bias
Percobaan Rangkaian Power IC
download Laporan Akhir [Disini]
download video Penjelasan Kondisi [Disini]
Link video percobaan :
Percobaan rangkaian Fixed Bias [Disini]
Percobaan rangkaian Emittor Stabilized Bias[Disini]
Percobaan rangkaian Self Bias[Disini]
Percobaan rangkaian Voltage Divider Bias[Disini]
Percobaan rangkaian Power IC [Disini]
Komentar
Posting Komentar