Laporan Akhir modul 2



1. Jurnal [Kembali]

  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

0Tidak terdeteksi0

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

40,001 s1000 Hz





2. Membandingkan Frekuensi

Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

1000 Hz1000 Hz

Gergaji

997 Hz1000 Hz

Pulse

1000 Hz1000 Hz







3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

Perbandingan

Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Lissajous

1:1

1000 Hz

1000 Hz

1:2

1000 Hz

2000 Hz

2:1

2000 Hz

1000 Hz

1:3

1000 Hz

3000 Hz

3:1

3000 Hz

1000 Hz

2:3

2000 Hz

3000 Hz

3:2

3000 Hz

2000 Hz


                                                                                 


 

 

 4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,75 Watt2,5 V0,34 A0,85 Watt

2 Lampu

1,5 Watt5 V0,34 A1,7 Watt

3 Lampu

2,25 Watt7,5 V0,34 A2,55 Watt



5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,75 Watt1,478 V0,26 A0,45448 Watt

2 Lampu

1,5 Watt1,478 V0,5 A0,739 Watt

3 Lampu

2,25 Watt1,478 V0,35 A0,5173 Watt


2. Prinsip Kerja [Kembali]

 Oscilloscope

  1. Kalibrasi Oscilloscope

  • Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron
  • Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah
  • Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope 
  • Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.
    2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
         Susun rangkaian seperti gambar berikut :


● Tegangan Searah

    a. Atur output power supply sebesar 4 Volt
    b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply
    c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan
    yang diukur oleh oscilloscope

• Tegangan Bolak Balik

    a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal,
        dengan besar tegangan 4 Vp-p
    b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope

3. Mengukur dan Mengamati Frequency

    a. Susun rangkaian seperti gambar berikut :



    b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal
    A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi
    sinusoidal
    c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah
    frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator
    d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan
    frekuensi yang ditunjukan oleh function generator
    e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan
    gelombang pulsa

Pengukuran Daya

1Pengukuran Daya Beban Lampu Seri




2. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel



3. Mengukur Daya Satu Fasa



a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt
b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter
c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel
d. Catat penunjukan dari wattmeter


3. Video Percobaan [Kembali]

Video Percobaan Oscilloscope:



Video Percobaan Pengukuran Daya:


4. Analisa[Kembali]

  1. Mengapa osiloskop perlu dilakukan kalibrasi sebelum digunakan?
Jawab:
Oscilloscope perlu dikalibrasi sebelum digunakan untuk memastikan bahwa alat tersebut memberikan hasil pengukuran yang akurat dan andal. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa kalibrasi diperlukan:

1.Akurasi Pengukuran
Kalibrasi memastikan bahwa osiloskop menunjukkan nilai tegangan, waktu,dan frekuensi yang benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

2.Mengoreksi Penyimpangan (Drift)
Seiring waktu, komponen elektronik dalam osiloskop dapat mengalami perubahan karakteristik akibat usia, suhu, atau kelembaban, yang dapat menyebabkan penyimpangan dalam hasil pengukuran.

3.Menyesuaikan dengan Standar Referensi
Kalibrasi membantu menyelaraskan osiloskop dengan standar referensi internasional atau industri, sehingga hasil pengukuran dapat diandalkan dan dibandingkan dengan alat lain.

4.Menjamin Konsistensi Data
Penggunaan osiloskop dalam eksperimen atau pengujian memerlukan data yang konsisten dan dapat diulang. Kalibrasi memastikan bahwa hasil pengukuran tetap stabil dari  waktu ke waktu.

5.Mengurangi Kesalahan Pengukuran
Kesalahan dalam pengukuran dapat menyebabkan analisis yang salah atau kesimpulan yang keliru, terutama dalam bidang elektronik, telekomunikasi, atau riset ilmiah.

6.Keamanan Peralatan dan Pengguna
Dalam beberapa aplikasi industri atau medis, ketidakakuratan  pengukuran dapat menyebabkan kerusakan perangkat atau bahkan membahayakan keselamatan pengguna.

Oleh karena itu, sebelum digunakan, osiloskop sebaiknya dikalibrasi dengan menggunakan sinyal referensi atau alat kalibrasi eksternal untuk memastikan performa optimal.


2.  Jelakan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitudo, frekuensi, dan perioda!
Jawab:

Tegangan AC (Alternating Current) dan DC (Direct Current) memiliki perbedaan yang signifikan jika diamati menggunakan osiloskop, terutama berdasarkan amplitudo, frekuensi, dan periode.

  1. Amplitudo
    Pada tegangan AC, amplitudo berubah-ubah terhadap waktu, membentuk gelombang dengan pola tertentu seperti sinus, persegi, atau segitiga. Sementara itu, tegangan DC memiliki amplitudo yang tetap, tidak berubah seiring waktu, sehingga tampak sebagai garis horizontal pada osiloskop.

  2. Frekuensi
    Tegangan AC memiliki frekuensi tertentu yang menunjukkan berapa kali gelombang berulang dalam satu detik, misalnya 50 Hz atau 60 Hz pada listrik rumah tangga. Sebaliknya, tegangan DC tidak memiliki frekuensi karena nilainya konstan tanpa perubahan siklus, sehingga frekuensinya dianggap 0 Hz.

  3. Periode
    Tegangan AC memiliki periode, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus gelombang penuh. Periode ini bergantung pada frekuensinya, di mana semakin tinggi frekuensi, semakin pendek periodenya. Berbeda dengan tegangan AC, tegangan DC tidak memiliki periode karena tidak berosilasi.

  3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!
Jawab:

  • Gelombang Sinusoidal: Bentuk paling umum, sering digunakan dalam sinyal listrik AC.
  • Gelombang Kotak (Square Wave): Banyak digunakan dalam sistem digital dan pengujian rangkaian elektronik.
  • Gelombang Segitiga (Triangle Wave): Sering dipakai dalam pemrosesan sinyal dan musik elektronik.
  • Gelombang Gigi Gergaji (Sawtooth Wave): Biasanya digunakan dalam tampilan osiloskop dan synthesizer musik.
  • Gelombang Pulsa: Berisi sinyal dengan durasi tertentu, biasanya untuk komunikasi digital.

 4.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!
Jawab:
    Pada rangkaian seri, arus yang mengalir sama di semua lampu, sehingga daya bisa dihitung dengan rumus P = I2R.

  • Daya terukur bisa berbeda karena ada pengaruh resistansi kabel atau akurasi alat ukur.
  • Daya terhitung diperoleh dari perhitungan berdasarkan tegangan dan arus yang diukur.
 5.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel!
Jawab:
  Daya terukur pada setiap beban lampu paralel jauh lebih rendah dibandingkan daya terhitung. Hal ini disebabkan karena kehilangan daya, ketidakakuratan pada alat ukur, serta toleransi pada nilai komponen.

5. Download File[Kembali]

download Laporan Akhir [disini]
download Video Percobaan Oscilloscope [disini]
download Video Percobaan Pengukuran Daya [disini]


Komentar

Postingan populer dari blog ini